PERAN DAN FUNGSI KPK
Tindak Pidana Korupsi di Indonesia sudah
meluas dalam masyarakat. Perkembangannya terus meningkat dari tahun ke tahun,
baik dari jumlah kasus yeng terjadi dan jumlah
kerugian keuangan Negara maupun dari segi kualitas tindak pidana yang dilakukan semakin sistematis
serta lingkupnya yang memasuki seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Meningkatnya Tindak Pidana Korupsi yang tidak terkendali akan membawa bencana tidak saja terhadap kehidupan perekonomian nasional tetapi juga pada kehidupan berbangsa dan bernegara pada umumnya. Tindak Pidana Korupsi yang meluas dan sistematis juga merupakan pelanggaran terhadap hak-hak social dan hak- hak ekonomi masyarakat, dan karena itu semua maka tindak pidana korupsi tidak lagi dapat digolongkan sebagai kejahatan biasa melainkan telah menjadi suatu kejahatan luar biasa. Begitu pun dalam upaya pemberantasannya tidak lagi data dilakukan secara biasa, tetapi dituntut cara-cara yang luar biasa.
Penegakan hukum untuk memberantas Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan secara konvensional selama ini terbukti mengalami berbagai hambatan. Untuk itu diperlukan metode penegakan hukum secara luar biasa melalui pembentukan suatu badan khusus yang mempunyai kewenangan luas, independent serta bebas dari kekuasaan manapun dalam upaya pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang pelaksanaanya dilakukan secara optimal, intensif, efektif, profesional serta berkesinambungan.
KPK atau singkatan dari Komusi
Pemberantasan Korupsi adalah sebuah lembaga yang pendiriannya oleh presiden
Soesilo Bambang Yodhoyono dengan tujuan untuk mengawasi semua aspek lembaga
pemerintahan ataupun Lembaga non pemerintahan dari segala kemungkinan hal-hal
yang berbau korupsi.
Komisi Pemberantasan Korupsi adalah lembaga Negara yang
dalam melaksanakan toga dan wewenangnya bersifat independen dan bebas dari
pengaruh kekuasaan manapun.
Komisi Pemberantasan Korupsi di bentuk dengan tujuan
meningkatkan days gamy hasil auna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana
korupsi.
Delam melaksanakan Tugas Dan Wewenangnya
Komisi Pemberantasan Korupsi berasaskan pada :
1.
Kepastian hukum;
2.
Keterbukaan;
3.
Akuntabilitas;
4. Kepentingan umum; dan Proposionalitas
Peran terhadap korupsi merupakan focus
yang sangat signifikan dalam suatu Negara herdasarkan hukum, bahkan merupakan
tolak ukur keberhasilan suatu pemerintahan. Salah satu unsur yang sangat
penting dari penegakan hukum dalam suatu Negara adalah perang terhadap korupsi,
karena korupsi merupakan penyakit kanker yang imun,
meluas, permanent dan merusak
semua sendi kehidupan berbangsa
dan bernegara termasuk perekonomian serta penataan ruang wilayah.
KPK sebagai lembaga independent, artinya
tidak boleh ada intervensi dari pihak lain dalam penyelidikannya agar diperoleh
hasil sebaik mungkin. KPK juga sebagai control sosial dimana selama ini badan
hukum kita masih mandul. Contohnya seperti terungkapnya kasus Nyonya Artalita,
dimana aparat hukum kita yang seharusnya membongkar kasus korupsi justru
bisa disuap oleh Nyonya
Artalita dan yang akhirnya berhasil dibongkar oleh KPK. Jika
ada beberapa pejabat yang teriak-teriak karena
ulah KPK, harus dipertanyakan kembali kepada para pejabat itu, berteriak
karena takut ikut terseret ataukah
konpensasi atas kesalahan sendiri? Dan perlu kita pertanyakan kembali mengapa
tidak berani teriak ketika kantong terisi uang haram?
KPK juga sebagai barometer Negara
terhadap pandangan Negara lain. Mungkin korupsi di Indonesia sebagai fenomena
gunung es dan mungkin hanya 0.5 persen saja yang terbongkar. Tapi justru
membanggakan karena taring-taring keadilan mulai tumbuh. Kita melihatnya takut
karena kita selama ini terbiasa dibius oleh rezim sebelumnya dan menganggap aneh apabila keadaan
itu memerlukan konsekuensi yang berat. Berbagai upaya dilakukan untuk mengusik eksistensi
KPK. Ada yang langsung meminta pembubaran ataupun mengamputasi peran KPK secara
terselubung.


Komentar
Posting Komentar