FUNGSI INVERS
A. Definisi Invers Fungsi
Contoh 1:
Seorang pedagang kain memperoleh keuntungan dari haril penjualan setiap x potong kain sebesar f(x) rupiah.
Nilai keuntungan yang diperoleh mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 500𝑥 + 1000, dimana 𝑥
banyak potongan yang terjual, tentukan:
a.
Jika dalam
suatu hari pedagang tersebut mampu menjual 50 potong kain, berapa keuntungan yang
diperoleh
b.
Jika kentungan
yang diharapkan sebesar
𝑅𝑝100.000 berapa potongan
kain yang habis terjual
c.
Jika A merupakan daerah
asal (domain) fungsi
f
dan B merupakan daerah hasil (range)
fungsi f. gambarkanlah permasalahan
butir (a) dan butir (b) diatas.
Penyelesaian
Keuntungan yang diperoleh mengikuti fungsi 𝑓(𝑥) = 500𝑥 + 1000, untuk
setiap x potong kain yang
terjual.
a.
Penjualan 50 potong kain, maka 𝑥 = 50 dan nilai keuntungan yang diperoleh adalah
𝑓(𝑥) = 500𝑥 + 1000 untuk 𝑥 = 50 berarti 𝑓(50) = 500(50) + 1000
= 25.000 +
1000 = 26.000
Jadi, keuntungan yang diperoleh dalam 50 potong kain sebesar 𝑅𝑝26.000
b. Agar keuntungan yang diperoleh sebesar 𝑅𝑝100.000, maka banyaknya kain yang harus terjual adalah 𝑓(𝑥) = 500𝑥 + 1000
100.000 = 500𝑥 + 1000
500𝑥 = 100.000 − 1000
500𝑥 = 99.000
99.000
𝑥 = 500 = 198
Jadi, banyaknya kain yang harus terjual
adalah 198 potong
Berdasarkan gambar 10.2 diatas, maka dapat dikemukakan beberapa hal sebagai
berikut:
a. Gambar 10.2 (i) menunjukkan bahwa fungsi f memetakan A ke B dapat ditulis
𝑓: 𝐴 → 𝐵
b. Gambar 10.2 (ii) menunjukkan bahwa fungsi 𝑓−1 memetakan A ke B dapat ditulis
𝑓−1: 𝐵 → 𝐴 dimana 𝑓−1 merupakan fungsi invers 𝑓
c.
Gambar 10.2 (iii) menunjukkan bahwa nilai 𝑥 = 50 maka akan
dicari nilai 𝑓(𝑥)
d. Gambar 10.2 (iv) menunjukkan bahwa kebalikan dari Gambar 10,2 (iii), yaitu mencari nilai 𝑥 jika diketahui nilai 𝑓(𝑥) = 100.000
B.
Fungsi Invers
a.
Pengertian Fungsi
Invers
“Jika f suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B maka fungsi invers dari himpunan B ke himpunan A”. Dengan kata lain fungsi invers adalah kebalikan dari fungsi mula-mula. Notasi fungsi invers adalah “𝑓−1(𝑥)”. Agar lebih memahami, perhatikan diagram panah berikut:
Berdasarkan Gambar 10.1, arah panah dari
titik x ke titik y dinamakan fungsi y terhadap x . Sebaliknya arah panah dari titik y ke
x
dinamakan fungsi x terhadap y atau bisa disebut Fungsi
Invers.
Secara Umum, cara menentukan invers
yaitu:
1. Misalkan 𝑓(𝑥) =
𝑦
2.
Tunggalkan variabel
x agar dalam bentuk x terhadap y dinotasikan 𝑥 = 𝑓−1(𝑥)
Gantikan Variabel y dengan x sehingga notasinya menjadi 𝑓−1(𝑥)
b.
Sifat Fungsi
Invers
1. Suatu fungsi 𝑓: 𝐴 → 𝐵 dikatakan memiliki
fungsi invers 𝑓−1: 𝐴
→ 𝐵, jika dan hanya jika fungsi f merupakan fungsi
bijektif
2. Misalkan 𝑓−1 adalah fungsi invers dari fungsi f. Untul setiap 𝑥 ∈ 𝐷𝑓 dan 𝑦 ∈ 𝑅𝑓
berlaku 𝑦 = 𝑓(𝑥) jika dan hanya jika 𝑓−1(𝑦) =
𝑥
Contoh 2:
Diketahui fungsi 𝑓: 𝑅
→ 𝑅 dengan 𝑓(𝑥) = 5𝑥 + 7. Tentukanlah fungsi inversnya?
Penyelesaian
𝑦
= 𝑓(𝑥) jadi 𝑦
= 5𝑥 + 7 5𝑥 = 𝑦
− 7
𝑦 − 7
𝑥 = 5
𝑥 = 𝑓−1(𝑦), maka 𝑓−1(𝑦) =
𝑦−7, karena harus dinyatakan dalam bentuk 𝑓−1(𝑥),
5
maka menjadi 𝑓−1(𝑥) =
𝑥−7
5
Jadi, fungsi invers dari 𝑓(𝑥) =
5𝑥 + 7 adalah 𝑓−1(𝑥) =
𝑥−7
c.
Invers dari fungsi komposisi
Pada gambar 10.3, terlihat bahwa fungsi
komposisi (𝑔 ∘ 𝑓) memetakan dari a ke c, sedangkan (𝑔 ∘ 𝑓)−1 memetakakan dari c ke
a. dalam hal ini kami berkesimpulan bahwa𝑓−1(𝑔−1) =
𝑓−1(𝑏) = 𝑎
dengan 𝑓−1(𝑔−1(𝑥)) sehingga diperoleh ,
(𝑓−1 ∘ 𝑔−1)(𝑥) =
(𝑔 ∘ 𝑓)−1(𝑥)
d.
Sifat-sifat fungsi invers dari fungsi komposisi
1.
𝑓−1 ∘ 𝑔−1(𝑥) =
(𝑔 ∘ 𝑓)−1(𝑥) atau 𝑔−1 ∘ 𝑓−1 = (𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥)
2. 𝑓 ∘ 𝑓−1(𝑥) =
𝑓−1 ∘ 𝑓(𝑥) = 𝑓(𝑥) = 1
3. (𝑓−1)−1(𝑥) = 𝑓(𝑥)
Contoh 3:
Diketahui 𝑓(𝑥) =
𝑥 − 7 dan 𝑔(𝑥) =
4𝑥 + 1, tentukan
(𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥)
PenyelesaianAda dua cara dalam menjawab soal tersebut,
Pertama, menentukan dulu rumus
komposisi kemudian menentukan inversnya
(𝑓 ∘ 𝑔)(𝑥) = 𝑓(𝑔(𝑥)) = 𝑓(4𝑥 + 1) =
4𝑥 + 1 − 7 = 4𝑥 − 6
Misalkan 𝑦 = 4𝑥 − 6
⟺ 4𝑥 = 𝑦 + 6
𝑦 + 6
⟺ 𝑥 = 4
Jadi (𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥) =
𝑥+6
4
Kedua, menentukan dulu masing-masing fungsi, kemudian dikomposisikan
𝑓(𝑥) =
𝑥 − 7, misalkan 𝑦 = 𝑥 − 7
⟺ 𝑥 = 𝑦 + 7 sehingga 𝑓−1(𝑥) = 𝑥
+ 7
𝑔(𝑥) = 4𝑥
+ 1, misalkan 𝑦 = 4𝑥
+ 1
⟺ 4𝑥 = 𝑦 − 1
![]()
⟺ 𝑥 = 𝑦−1
, sehingga 𝑔−1(𝑥) =
𝑦−1
4 4
(𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥) =
(𝑔−1 ∘ 𝑓−1)(𝑥)
= 𝑔−1(𝑓−1(𝑥))
= 𝑔−1(𝑥 + 7)
(𝑥 + 7) − 1
= 4 =𝑥 − 6/4
Jadi, (𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥) =
𝑥+6
e. Rumus Invers bentuk kuadrat
Coba kalian simak masalah berikut.
Dikertahui 𝑓(𝑥) = 𝑎𝑥2 + 𝑏𝑥 + 𝑐. Tentukan 𝑓−1(𝑥)!
Penyelesaian
Misal 𝑓(𝑥) = 𝑦
𝑦 = 𝑎𝑥2 + 𝑏𝑥 + 𝑐 ↔ 𝑎𝑥2 + 𝑏𝑥 = 𝑦 − 𝑐 (kedua ruas ditambah (−c)
↔ 𝑥2𝑏+ 𝑎 𝑥 =𝑦 − 𝑐(𝑎 kedua ruas dibagi 𝑎)
↔ 𝑥2 +𝑏𝑥 + (𝑎𝑏 2)2𝑎𝑦 − 𝑐=𝑎𝑏 2+ 𝑏 22𝑎
(kedua ruas ditambah (𝑏 2)2𝑎 agar ruas kiri membentuk kuadrat sempurna
↔ (𝑥 +𝑏 2)2𝑎𝑦 − 𝑐= 𝑎𝑏 2+ (2𝑎)
↔ (𝑥 +𝑏 2)2𝑎𝑦 − 𝑐=𝑎𝑏2+4𝑎
Catatan
![]()
![]()
𝑓−1(𝑥) =
𝑥 = 𝑏±√4𝑎𝑦+𝑏2−4𝑎𝑐 akan menjadi
fungsi invers jika dibatasi , 𝑥 ≥ − −𝑏
2𝑎 2𝑎
RANGKUMAN
1.
Pengertian Fungsi
Invers
“Jika f suatu fungsi dari himpunan A ke himpunan B maka fungsi invers
dari himpunan B ke himpunan A”. Dengan kata lain fungsi invers adalah kebalikan dari fungsi mula-mula.
2.
Sifat Fungsi
Invers
Suatu
fungsi 𝑓: 𝐴 → 𝐵 dikatakan memiliki
fungsi invers 𝑓−1: 𝐴 → 𝐵,
jika dan hanya jika fungsi f merupakan fungsi bijektif
3.
Fungsi Invers
dari Fungsi Komposisi
a. 𝑓−1 ∘ 𝑔−1(𝑥) =
(𝑔 ∘ 𝑓)−1(𝑥) atau 𝑔−1 ∘ 𝑓−1 = (𝑓 ∘ 𝑔)−1(𝑥)
b. 𝑓 ∘ 𝑓−1(𝑥) =
𝑓−1 ∘ 𝑓(𝑥) = 𝑓(𝑥) = 1
REFERENSI
Alimuddin. (2017). Top No.1: Sukes kuasai Matematika SBMPTN. Jakarta:
Grasindo. Sutisna, E. (2020).
Modul Pembelajaran SMA : Matematika Umum Kelas X. Tangerang:
SMAN 4 Tangerang.
Zahra, F. dkk. (2022). Makalah Fungsi Invers. Sumenep.




Komentar
Posting Komentar